Ratusan Massa Persatuan Mahasisswa Islam Indonesia (PMII) Se-Priangan Timur Melakukan Aksi Di Depan Kantor Pertamina Tasikmalaya
PROPAGANDIS NEWS – Tasikmalaya- Ratusan massa aksi Mahasisswa Islam Indonesia (PMII) Se Priangan Timur melakukan aksi di depan Kantor Pertamina Tasikmalaya pada senin (05/08/2024)
Massa aksi menunggu beberapa jam diluar Depo Pertamina sambil membentangkan spanduk bertuliskan "PERTAMINA DI SEGEL" serta melalukan berbagai aksi mulai dari bakar ban hingga dorong mendorong dengan aparat kepolisian dan keamanan.
Pada akhirnya massa aksi bisa merangsek masuk ke Depo Pertamina, didalam depo melalui pantauan awak media. Sempat terjadi kericuhan, akhirnya para petinggi pertamina yang berada di Depo tersebut keluar menemui mahasiswa.
Adapun beberapa tuntutan dari mahasiswa bahwa ada temuan adanya tindak pidana penyelundupan BBM subsidi ke perusahaan, perjanjian anak perusahaan pertamina yang tidak jelas, pendirian depo yang tidak sesuai dengan perundang-undangan, penghapusan pertalite yang akan dimulai 17 agustus nanti, alur pendistribusian tabung yang tidak sesuai
Korlap Aksi Mujib menyampaikan minyak dan gas bumi (migas) merupakan sumber daya alam yang digunakan sebagai energi dalam kegiatan sehari-hari terutama pada industri.
“Beberapa komoditas migas di Indonesia dapat menembus pasar ekspor global. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, banyak perusahaan migas bendin di Indonesia seperti PT Chevron Pacific Indonesia dan PT Pertamina.” Kata Mujib
Pasalnya, minyak dan gas (migas) adalah salah satu sumber daya alam penghasil energi yang paling dibutuhkan dalam kehidupan manusia pada saat ini.
“Sumber daya alam ini tidak bisa lepas dari aktivitas sehari-hari karena memberikan sejumlah manfaat Di Indonesia. Energi minyak dan gas masih menjadi andalan utama perekonomian, baik sebagai penghasil devisa maupun pemasok kebutuhan energi dalam negeri. Oleh karena itu, kehadiran minyak dan gas sangat penting bagi kehidupan di Indonesia.” imbuhnya
Minyak dan gas hari ini menjadi kebutuhan vital setiap manusia. Hal ini menyebabkan kebutuhan manusia akan minyak dan gas senantiasa bertambah seiring berjalannya waktu.
“Karena peningkatan kebutuhan tersebut maka hal ini menciptkan banyak peluang kecurangan yang terjadi di lingkungan pertamina baik dalam minyak ataupun gas bumi (migas), banyak orang yang memanfaatkan potensi ini untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menghalalkan segala cara tanpa mempertimbangan aspek kerugian yang dialami baik oleh perusahaan atau konsumen (masyarakat) secara langsung.” Tegasnya.
Bahkan tidak sedikit tindak pidana KKN yang terjadi di lingkungan pertamina, misalnya kasus karena agustiawan yang belakangan ini menjadi perbincangan lantaran kasus korupsi yang memberikan kerugian terhadap negara mencapai USD 113 Juta.
“Pihak migas harus menjamin ketersediaan minyak dan gas untuk Masyarakat, dan melakukan optimalisasi harga pasar agar tidak melonjak.” ungkapnya
Sementara itu, Faishal Fahd, Sales Branch Manager Depot Pertamina Tasikmalaya mengaku menerima laporannya dari PMII. Pihaknya akan menelaah dan kemudian akan segera menindaklanjutinya.
“Kami dari Pertamina Tasikmalaya justru mengapresiasi laporan-laporan yang ada. Kita akan tindak lanjuti segera, supaya penyaluran di BBM di Priangan Timur ini bisa lancar,” imbuhnya
Komentar
Posting Komentar