Reuni Keluarga Besar Raden Kartawisastra atau Mama Juru Tulis. Mengingatkan dan Mengenang Semua Kebaikannya Yang Bermanfaat Bagi Rakyat Hingga Sekarang

 


TEMU KANGEN KELUARGA BESAR
SILATURAHMI MENYAMBUT RAMADHAN


Raden Tito. 


PROPAGANDIS NEWS - Hari ini Sabtu 12 Maret 2023, acara yang cukup meriah digelar oleh keluaga besar Raden Kartawisastra atau Mama Juru Tulis, ada banyak keturunan beliau yang hadir di acara hari ini. di awali dengan doa dan ceramah selanjutnya keluarga bermusafahah, dan kemudian saling menyampaikan bagaimana kesuksesan yang didapat di atas panggung dari setiap perwakilan keluarga. Hidangan yang lezat disajikan untuk melengkapi kemewahan acara. dan ada iringan musik live dari homeband. 


Sedikit mengenal siapa Raden Kartawisastra atau Mama Juru Tulis. Beliau adalah salah satu tokoh masyarakat juga tokoh budaya serta tokoh pemuka agama. Dalam istilah bahasa sunda itu ngababakan atau ngabuka dalam bahasa indonesia adalah pertama kali membuka dan membuat suatu kampung, beliau lah yang pertama kali menemukan kampung ini yang sekarang dinamai kampung Sadang Salam. 


Pertama kali beliau datang ke daerah ini pada tahun 1935. Awalnya beliau dengan keluarga besarnya tingal di daerah Karangsari namun pada kondisi waktu itu sedang dalam keadaan genting karena indonesia saat itu sedang dijajah. Beliau membawa semua keluarga ke daerah Sadang Salam dan membuat suatu perkampungan yang hingga sekarang masih ada dan akan tetap ada. Dari tahun 1935 beliau berjuang mengelola sosial ekonomi adat dan budaya serta aturan agama dan hukum di kampung ini, karena pada dasarnya beliau adalah keturunan ningrat dan ulama beliau sangat dijadikan sebagai tetua dikampung ini. Mama Juru Tulis mempunyai 4 saudara, 5 berasaudara ini memiliki gelar Raden berarti pada zaman itu bisa dikatan keluarga ini merupakan keluarga berada dan beragma yang luhur dan sangat menjunjung tinggi syariat Islam. 5 saudara ini diantaranya adalah :

1. Raden Kartawisastra/Mama Juru Tulis.

2. Raden Sumanta.

3. Raden Oneng.

4. Raden Uni.

5. Raden syamsuri.


Ikhsan Ahmad Maulana, Anak Dari Abah Aang dan Ummi Illah Keturunan Raden Kartawisastra Mama Juru Tulis. 

Mereka adalah sesepuh kampung ini yang kini cucu-cicitnya bisa berkumpul kembali dari pulahan tahun tak bertemu kini dipertemukan dalam acara ini, perasaan saya sangat bahagian namun ada airmata yang menghiasi kebahagian ini, saya teringat Abah dan Ummi, pasti kalau ada mereka sekarang ini akan lebih bahagia dan bangga karena semua keturunan satu darah ada di sini tanpa ada kesedihan namun yang ada kebahagiaan nyang mengobati rasa kangen yang sudah mendalam karena tak melakukan seperti ini dengan waktu puluhan tahun. ujar Teteh cantik Elis Yulianti, keturunan dari Raden Kartawisastra Mama Juru Tulis.


Teteh Elis Yulianti, Narasumber Anak Abah Raden Aang dan Ummi Illah Keturunan Raden Kartawisastra Mama Juru Tulis. 

Acara REUNI TEMU KANGEN KELUARGA BESAR RADEB KARTAWISASTRA MAMA JURU TULIS diisi oleh tabligh akbar, dan acara siraman membersihkan hati dengan saling meminta maaf. dan dilanjut makan-makan dan iringan musik LIve Music Homeband. Acara selesai dengan rasa bahagia haru dan sedih karena harus kembali berpisah dipisahkan oleh kepentingan dan tugas mereka yang berbeda.

Keturunan Kedua masih ada yaitu Raden Uden, dan yang hadir ini adalah tinggal cucu-cicitnya. keluarga besar yang menghadiri acara ini diantaranya : 

1. Keluarga besar Raden Kartawisastra/Mama Juru Tulis.

2. Keluarga besar Raden Sumanta.

3. Keluarga besar Raden Oneng.

4. Keluarga besar Raden Uni.

5. keluarga besar Raden Syamsuri.

Keluarga ini yang sampai sekarang tetap menjadi tokoh masyarakat dan tokoh agama, dan dulunya jalan desa ini adalah jalan pribadi milik Mama Juru Tulis, untuk kepentingan umum atau rakyat beliau membuat jalan untuk menghubungkan kampung Sadang Salam dengan kampung dan desa lainnya agar mudah melakukan aktifitas ekonomi dan aktifitas lainnya. Jadi dulu itu jalan ini masih diambil pajak karena bukan jalan desa, baru tahun - tahun sekarang jalan ini dijadikan jalan desa pada saat Abah Raden Aang Ahmad Hidayat dan Ummi Ilah Rohilah, kedua orang tua saya yang mengusahan agar jalan ini diambil menjadi aset desa supaya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan d kemudian hari. Semua kebaikan Abah Ummi akan saya kenang dan ingat juga masyarakat semoga memnjadi ibadah dan pahala bagi mereka yang kini sedang tersenyum haru melihat semua saudara berkumpul bahagia di hari ini. Tutur Teteh Elis Yulianti sembari berlinang air mata kangen.


Teteh Elis Yulianti yang menjadi narasumber kami mempunyai beberapa saudara diantaranya sebagai berikut : 

1. Leni Rahmawati.

2. Elis Yulianti.

3. Evi Sumarni.

4. Intan Nurlilah.

5. Tri Sutrisno.

6. Dewi Kania.

7. Ikhsan Ahmad Maulana.

8. Hilma Nurhasanah.

9. Ilyas Ahmad Nurjaman.

Paparan di atas adalah manfaat adanya Keluarga besar di cakupan suatu kampung, ada lagi dari keturunan Mama Juru Tulis ini yang menjadi pendiri Pasundan atau Lembaga pendidikan Pasundan di Jawa Barat, beliau dalah orang tua dari Abah Us Us tokoh budaya Jawa Barat. Beliau bernama Raden EROM yang mendirikan Universitas Pasundan.


Manusia Hina yang hanya Seonggok Daging Yang Punya Nama, Muh. Andri Saputra alias Mr.T 

Keluarga besar ini pula yang membuat nama Muh. Andri Saputra yang biasa disebut Mr.T mendapat kepercayaan diri dan mampu berkaya dan sedikitnya bisa membantu masyarakat dengan karyanya, awal mula manusia di bumi ini yang menganggap saya manusia adalah Almarhumah Ummi Ilah Rohilah, beliau yang mengizinkan saya dan komunitas pemuda saya yang bernama Turunan Urang Sunda membuat program pembelajaran atau edukasi bagi anak sampai remaja menuju dewasa, yaitu program keagamaan seperti prngajian khusus kaula muda, kegiatan sosial seperti sunatan massal dan santunan anak yatim serta duafa. yang pada tahun 2017 TUS berjaya dengan sebuah karya yang dikenang sampai kini oleh warga Karanganyar KHususnya kampung Sadang Salam. Saya tak akan melupakan jasa Ummi sampai ingatan saya diambil oleh yang berhak Allah SWT. Terimakasih yang saya dapat lakukan dan hanya doa yang saya bisa beri kepada beliau mungkin dengan terus menjalin silaturahmi dengan keturunannya beliau tersenyum bangga kepada saya, yang membaca tulisan ini tolong bacakan surat Al-Fatihah untuk Abah AAng dan Ummi Ilah Rohilah, aamiin.

Manusia tak akan ada harganya dan bahkan akan lebih hina daripada kotoran hewan jika hilang atau tak ada manfaat bagi sesamanya. Menjadilah Manusia yang berusaha dan belajar sempurna walau taka akan ada yang sempurna. Mr.T (Andri)


"Linangan Airmata menjadi tinta ketika menulis Tulisan ini oleh Mr.T"

Komentar